Rabu, 24 Juni 2009

askep kanker paru

A. PENGERTIAN
Sebagian besar kanker paru-paru berasal dari sel-sel di dalam paru-paru; tetapi kanker paru-paru bisa juga berasal dari kanker di bagian tubuh lainnya yang menyebar ke paru-paru. Kanker paru-paru merupakan kanker yang paling sering terjadi, baik pada pria maupun wanita.

B. JENIS-JENISKANKER PARU-PARU
Lebih dari 90% kanker paru-paru berawal dari bronki (saluran udara besar yang masuk ke paru-paru), kanker ini disebut karsinoma bronkogenik, yang terdiri dari:
• Karsinoma sel skuamosa
• Karsinoma sel kecil atau karsinoma sel gandum
• Karsinoma sel besar
• Adenokarsinoma.
Karsinoma sel alveolar berasal dari kantong udara (alveoli) di paru-paru. Kanker ini bisa merupakan pertumbuhan tunggal, tetapi seringkali menyerang lebih dari satu daerah di paru-paru.
Tumor paru-paru yang lebih jarang terjadi adalah:
• Adenoma (bisa ganas atau jinak)
• Hamartoma kondromatous (jinak)
• Sarkoma (ganas)
Limfoma merupakan kanker dari sistem getah bening, yang bisa berasal dari paru-paru atau merupakan penyebaran dari organ lain.
Banyak kanker yang berasal dari tempat lain menyebar ke paru-paru. Biasanya kanker ini berasal dari payudara, usus besar, prostat, ginjal, tiroid, lambung, leher rahim, rektum, buah zakar, tulang dan kulit.

C. ETIOLOGI
Merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus kanker paru-paru pada pria dan sekitar 70% pada wanita.
Semakin banyak rokok yang dihisap, semakin besar resiko untuk menderita kanker paru-paru.
Hanya sebagian kecil kanker paru-paru (sekitar 10%-15% pada pria dan 5% pada wanita) yang disebabkan oleh zat yang ditemui atau terhirup di tempat bekerja.
Bekerja dengan asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya terjadi pada pekerja yang juga merokok.
Peranan polusi uadara sebagai penyebab kanker paru-paru masih belum jelas.
Beberapa kasus terjadi karena adanya pemaparan oleh gas radon di rumah tangga.
Peranan polusi uadara sebagai penyebab kanker paru-paru masih belum jelas.
Beberapa kasus terjadi karena adanya pemaparan oleh gas radon di rumah tangga.

D. PATOFISIOLOGI
Biasanya gejala utama adalah batuk yang menetap. Penderita kanker paru-paru seringkali menyadari bahwa batuknya semakin memburuk. Dahak bisa mengandung darah. Jika kanker tumbuh ke dalam pembuluh darah dibawahnya, bisa menyebabkan perdarahan hebat.
Kanker bisa menyebabkan bunyi mengi karena terjadi penyempitan saluran udara di dalam atau di sekitar tempat tumbuhnya kanker. Penyumbatan bronkus bisa menyebabkan kolaps pada bagian paru-paru yang merupakan percabangan dari bronkus tersebut, keadaan ini disebut atelektasis Akibat lainnya adalah pneumonia dengan gejala berupa batuk, demam, nyrei dada dan sesak nafas.
Jika tumor tumbuh ke dalam dinding dada, bisa menyebabkan nyeri dada yang menetap.
Kanker paru seringkali menyebabkan penimbunan cairan di sekitar paru-paru (efusi pleura), sehingga penderita mengalami sesak nafas. Jika kanker menyebar di dalam paru-paru, bisa terjadi sesak nafas yang hebat, kadar oksigen darah yang rendah dan gagal jantung. Kanker bisa tumbuh ke dalam saraf tertentu di leher, menyebabkan terjadinya sindroma Horner, yang terdiri dari:
- penutupan kelopak mata
- pupil yang kecil
- mata cekung
- berkurangnya keringat di salah satu sisi wajah.
Kanker di puncak paru-paru bisa tumbuh ke dalam saraf yang menuju ke lengan sehingga lengan terasa nyeri, mati rasa dan lemah. Kerusakan juga bisa terjadi pada saraf pita suara sehingga suara penderita menjadi serak.
Kanker bisa tumbuh secara langsung ke dalam kerongkongan, atau tumbuh di dekat kerongkongan dan menekannya, sehingga terjadi gangguan menelan. Kadang terbentuk saluran abnormal (fistula) diantara kerongkongan dan bronki, menyebabkan batuk hebat selama proses menelan berlangsung, karena makanan dan cairan masuk ke dalam paru-paru.
Kanker paru-paru bisa tumbuh ke dalam jantung dan menyebabkan:
- irama jantung yang abnormal
- pembesaran jantung
- penimbunan cairan di kantong perikardial.
Kanker juga bisa tumbuh di sekitar vena kava superior. Penyumbatan vena ini menyebabkan darah mengalir kembali ke atas, yaitu ke dalam vena lainnya dari bagian tubuh sebelah atas:
- vena di dinding dada akan membesar
- wajah, leher dan dinding dada sebelah atas (termasuk payudara) akan membengkak dan tampak berwarna keunguan.
Keadaan ini juga menyebabkan sesak nafas, sakit kepala, gangguan penglihatan, pusing dan perasaan mengantuk. Gejala tersebut biasanya akan memburuk jika penderita membungkuk ke depan atau berbaring.
Kanker paru-paru juga bisa menyebar melalui aliran darah menuju ke hati, otak, kelenjar adrenal dan tulang. Hal ini bisa terjadi pada stadium awal, terutama pada karsinoma sel kecil.

E. MANIFESTSI KLINIK
 batuk menetap karena sekresi cairan yang berlebihan
 mengi karena penyempitan cabang bronkus Karen tumor
 dyspnea disebabkan oleh penyempitann jalan nafas dan sekresi cairan berlebihan
 hemoptisis disebabkan erosi kapiler di jalan nafaas
 peningkatan volume sputumdengan bau tak sedap disebabkan oleh akumulasi sel yang nekrosis di belakang bagian yang obstruksi oleh tumor
 infeksi saluran pernafasan yang berulang, retensi sel dibelakang bagian yang obsrtuksi merupakan predisposisi pasien terhadap infeksi
 nyeri dada tumpul, yang dapat menyebar ke bahu dan punggung, seperti pembesaran tumor, ini menekan saraf dijaringan pleura
 effusi pleural, terjadi bila tumor mengganggu dinding paru
 parau disebabkan oleh tekanan tumor terhadap saraf laring berulang
 disfgia akibat tekanan tumor pada esophagus
 edema daerah muka, leher, lengan dapat terjadi bila tumor menyumbat aliran darah divena cava superior, kondisi yang disebut sebagai sindrom vena cava superior

F. DIAGNOSA
Jika seseorang (terutama perokok) mengalami batuk yang menetap atau semakin memburuk atau gejala paru-paru lainnya, maka terdapat kemungkinan terjadinya kanker paru-paru.
Kadang petunjuk awalnya berupa ditemukannya bayangan pada rontgen dada dari seseorang yang tidak menunjukkan gejala. Rontgen dada bisa menemukan sebagian besar tumor paru-paru, meskipun tidak semua bayangan yang terlihat merupakan kanker.
Biasanya dilakukan pemeriksaan mikroskopik dari contoh jaringan, yang kadang berasal dari dahak penderita (sitologi dahak). Untuk mendapatkan jaringan yang diperlukan, dilakukan bronkoskopi.
CT scan bisa menunjukkan bayangan kecil yang tidak tampak pada foto rontgen dada dan bisa menunjukkan adanya pembesaran kelenjar getah bening.
Untuk mengetahui adanya penyebaran ke hati, kelenjar adrenal atau otak, dilakukan CT scan perut dan otak.
Penyebaran ke tulang bisa dilihat melalui skening tulang. Kadang dilakukan biopsi sumsum tulang, karena karsinoma sel kecil cenderung menyebar ke sumsum tulang


G. PENTALAKSANAAN
1. pembedahan
membuang bagian paru tempat tumor dan kelenjar getah bening yang terkena kanker.
2. radiasi dengan sinar X
dilakukan untuk menghancurkan kanker, jika terkene sel normal juga akan mati maka harus menghindari sel normal.
3. kemoterapi
untuk membasmi sel-sel kanker sampai kekar-akarnya,sampai ke lokasi yang tidak terjangkau pisau bedah.



















ASUHAN KEPERAWATAN
A. PENGKAJIAN
1. Riwayat atau adanya factor resiko
- perokok berat
- terpajan teerhadap lingkungan karsinogen
- penykit paru kronis sbelumnya yang mengakibatkan jaringan parut dan fibrosis pada jaringan paru
2. pemeriksaan fisik
- batuk menetap karena sekresi cairan yang berlebihan
- mengi karena penyempitan cabang bronkus Karen tumor
- dyspnea disebabkan oleh penyempitann jalan nafas dan sekresi cairan berlebihan
- hemoptisis disebabkan erosi kapiler di jalan nafaas
- peningkatan volume sputumdengan bau tak sedap disebabkan oleh akumulasi sel yang nekrosis di belakang bagian yang obstruksi oleh tumor
- infeksi saluran pernafasan yang berulang, retensi sel dibelakang bagian yang obsrtuksi merupakan predisposisi pasien terhadap infeksi
- nyeri dada tumpul, yang dapat menyebar ke bahu dan punggung, seperti pembesaran tumor, ini menekan saraf dijaringan pleura
- effusi pleural, terjadi bila tumor mengganggu dinding paru
- parau disebabkan oleh tekanan tumor terhadap saraf laring berulang
- disfgia akibat tekanan tumor pada esophagus
- edema daerah muka, leher, lengan dapat terjadi bila tumor menyumbat aliran darah divena cava superior, kondisi yang disebut sebagai sindrom vena cava superior

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. ansietes b.d. kurang pengetahuan tentang penyakit, ketakutan terhadap penyakit
2. Nyeri b.d. karsinoma paru
3. Kerusakan pertukaran gas b.d. kanker paru
4. Intoleransi aktivitas b.d.kerusakan pertukaran gas
5. Gangguan pola tidur b.d. nyeri

C. INTERVENSI
1. ansietes b.d. kurang pengetahuan tentang penyakit, ketakutan terhadap penyakit
- berikan informasi tentang penyakit yang di derita
- pertahankan control nyeri yang efektif
- ikut sertakan orang – orang yang berarti bagi pasien pada setiap tindakan
2. Nyeri b.d. karsinoma paru
- Berikan analgesic jika diperlukan
- Ubah posisi setiap 2 jam
- Ajarkan pasien untuk manejemen nyeri
3. Kerusakan pertukaran gas b.d. kanker paru
- pantau status pernafasan setiap 8 jam
- Berikan oksigen bila diiperlukan
4. Intoleransi aktivitas b.d.kerusakan pertukaran gas
- beikan bantuan dalam pelaksanaan kehidupann sehari-hari sesuai kebutuhan
- berikan lingkungan yang tenang, nyaman
5. Gangguan pola tidur b.d. nyeri
- pastikan ventilasi baik
- pertahankan ruangan bebas dari bahan-bahan iritan, spereti asap
- pertahankan suhu ruangan yang nyaman
- berikan analgesic sebelum tidur
- bantu pasien untuk mendapatkan posisi tidur yang nyaman

D. KRITERIA EVLUASI
1. Melaporkan perasaan cemas berkurang, ekspresi wajah rileks, menyatakan pemahaman tentang penyakit
2. menyatakan nyeri telah hilang, ekspresi wajah rileks, pengembangan paru penuh
3. warna kulit normal, frekuensi nafas 16-24x/menit, tidak menggunakan otot Bantu aksesori dalam bernafas
4. tidak ada keluhan lelah saat mlakukan aktifitas, tidak ada dipsneu dan takipneu dalam meelakukan aktifitas
5. melaporkan perasaan dapat istirahat, tidak insomnia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar